PERNYATAAN PATRIARKAL PADA PASKAH SUCI
Protocol Number 477
+ BARTOLOMEUS
OLEH BELAS KASIH ALLAH
USKUP AGUNG KONSTANTINOPEL – ROMA BARU
DAN PATRIARK EKUMENIS
KEPADA PEMILIK GEREJA
RAHMAT, DAMAI DAN BELAS KASIH
DARI KRISTUS JURUSELAMAT YANG BANGKIT GILANG GEMILANG
Yang terkasih Saudara dan Anak-Anak di dalam Tuhan,
“Lihatlah, musim dingin telah lewat!” (1) “Tibalah musim semi” keselamatan; “bunga-bunga bermekaran menghampar di atas tanah, gema suara perkutut terdengar, ... pohon anggur mengeluarkan bunga dan menyebarkan wewangiannya”. (2) Suatu Paskah yang suci –agung dan kudus—telah tiba; dan itu menghangatkan diri kita, bercahaya dan menerangi dunia. “Kini segala sesuatu dipenuhi dengan terang, baik di surga dan di bumi serta bagian-bagian yang terdalam dunia.” (3)
KRISTUS TELAH BANGKIT!
Allah kita, Yang mengatasi segenap penderitaan dan adalah Kekal, Yang adalah Mempelai Gereja, Tuhan kita Yesus Kristus, Yang adalah Saudara Sulung kita dan Sahabat Terkasih -- “Dia bangkit dari kematian, menginjak-injak kematian dengan kematian” – tiga hari setelah Dia berseru dari atas Salib: “telah selesai!” (4) “Hades tergetar ketika berjumpa” denganNya (5), karena Kristus menghancurkan kekuatannya. Sebagai Allah, Dia mampu dan layak mengosongkan kamar-kamar kegelapannya, menganugerahkan kehidupan cuma-cuma kepada mereka yang ditemukanNya di dalam kubur. Namun tidak hanya ini; kepada mereka semua yang percaya kepadaNya dari sejak itu hingga akhir jaman – tentu saja kepada mereka semua yang hidup dalam Dia dan iman mereka tetap teguh dan mengakui Dia hingga akhir, Tuhan akan menganugerahkan kehidupan kekal dan tentu saja kebangkitan. Kristus, “Yang berikatpinggangkan kebajikan dan dijubahi dengan kebenaran,” (6) Bangkit dari Kubur. “Sebagaimana Dia Yang mengasihi manusia, Dia telah membangkitkan Adam, bapa kita semua.” (7)
Pandanglah lagi, saudara dan anak-anak yang terkasih, mahkota dari Pesta Agung kita dan suasana saat musim semi; di tengah-tengah semarak pertama kemekarannya, Gereja menyuarakan Kabar Sukacita kepada semesta. Musim dingin yang berat akan kematian telah berlalu! Sang tirani beku dari si iblis dan penguasaannya telah diatasi. Kuasa kegelapan yang menakutkan dan mengerikan tiada lagi. “Tuhan adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan!” (8)
Kita memandang kepada Yesus Yang, oleh kehendakNya sendiri, dengan kasihNya yang utuh, tanpa syarat itu, dihukum mati di atas Salib, mati dan dikuburkan demi kita dan bagi keselamatan kita. Kini kita menyembah Dia Yang Bangkit dari kematian, dan bersama dengan Para Rasul dan Para Wanita Pembawa Rempah-Rempah kita mendengarkan dari mulutNya yang suci kata-kata: “Damai bagimu!” (9) dan “Bersukacitalah!” (10) – dan hati kita dipenuhi dengan kegembiraan. Sesungguhnya, “tiada satupun yang akan mengambil kegembiraan itu dari kita,” (11) karena lebih daripada milik kita, kematian diri dari setiap kita manusia dengan begitu kuatnya dilenyapkan. Inilah mengapa kita, yang telah disalibkan dalam daging manusia lama “bersama dengan hawa nafsu dan segala keinginan-keinginan,” (12) dan “yang telah mati bersama Kristus: inilah alasan kita percaya bahwa kita [akan] hidup denganNya.” (13) Karena sebagaimana “kita yang dikuburkan” dengan Kristus “melalui Baptisan,” (14) kita menjadi “dicangkokkan denganNya,” dengan demikian, kita ikut ambil bagian dalam KebangkitanNya. (15)
Santo Gregorius Teolog meniupkan kebenaran ini dengan kemampuan retorikal yang luar biasa ketika dia berkata: “Kemarin Aku disalibkan dengan Engkau, Ya Kristus, hari ini Aku berlimpah-limpah dengan kegembiraan. Kemarin Aku mati dengan Engkau; hari ini Aku dipenuhi dengan kehidupan. Kemarin Aku dikuburkan dengan Engkau; hari ini Aku bangkit denganMu.” (16) Itulah wabah yang menjangkiti di masa lalu dan semuanya disembuhkan dengan Kebangkitan Tuhan. Penderitaan kita berakhir. “Kristus telah bangkit, dan hidup sungguh-sungguh dihidupkan!” (17) Dari sekarang ini, Hidup dan Kebangkitan kita bukanlah sesuatu yang dicari-cari – bukan mimpi-mimpi, bahkan utopia sekalipun. Dari sini ini, Hidup adalah, dan Kebangkitan adalah: nyata, realitas yang jelas. Suatu realitas yang memiliki suatu wajah dan nama yang khusus: “suatu nama di atas setiap nama” – Yesus Kristus – dihadapan Dia “setiap lutut akan tertekuk – baik yang ada di Surga atau di bumi atau dibawah bumi,” (18) dan setiap lidah akan mengaku bahwa Dia satu-satunya Pemberi Hidup dan Tuhan. Dia adalah Satu-Satunya Yang Hidup dan berkuasa selamanya. Dia adalah Satu-Satunya Yang senantiasa baik, membagi-bagikan KerajaanNya, kemuliaanNya dan milik kepunyaanNya dari BapaNya, kepada semua yang berbagi dalam SalibNya, kematianNya dan KebangkitanNya, karena “Dia adalah yang Sulung dari banyak saudara.” (19)
KepadaNya kita bermohon, dari Tahta Patriarkal Martirik dan Ekumenis kita, agar belas kasihNya merahmati dunia dengan damai; agar Dia menerangi jiwa-jiwa manusia dengan kebenaran dan kebaikan; agar Dia melimpahkan kesabaran dan keteguhan kepada mereka yang menghadapi kemalangan; dan agar Dia menganugerahkan cita rasa keselamatan dan kehidupan kekal kepada mereka yang beriman. (19)
Kepada Dia-lah, Sang Penakluk Kematian dan Sang Pangeran Kehidupan, disampaikan kemuliaan, kuasa, hormat dan penyembahan, bersama dengan Sang Bapa dan Sang Roh Kudus, sepanjang abad. Amin.
Paskah Suci 2008
BARTOLOMEUS di Konstantinopel
Perantaramu yang giat dihadapan Kristus Yang Bangkit
Catatan:
1. Kidung Agung 2:11
2. Kidung Agung 2:12-13
3. Kanon Paskah
4. Injil Yohanes 19:30
5. Yesaya 14:9
6. Yesaya 11:5
7. Ibadat Kebangkitan
8. Mazmur 92:1
9. Injil Yohanes 20:20
10. Injil Matius 28:9
11. Bnd. dengan Injil Yohanes 16:22
12. Galatia 5:24
13. Roma 6:8
14. Roma 6:4
15. Roma 6:5
16. Homili Paskah Suci
17. Homili Kateketik dari St. Yohanes Krisostomos
18. Filipi 2:9
19. Roma 8:29