Perayaan :
Kidungan untuk Pesta mereka berbicara mengenai Santo Petrus dan Paulus sebagai para pemimpin (koryphaioi), dan kepala dari Para Rasul. Tak diragukan mereka adalah yang terkemuka dalam kumpulan Para Rasul.
Koryphaioi adalah pemimpin-pemimpin paduan suara dalam lakon Yunani kuno. Mereka menyusun pola lagu, dan juga untuk gerak tari serta gerak tubuh dari paduan suara. Selain Sophocles sebagai pemimpin, ada dua belas anggota paduan suara, demikianlah Santo Petrus dan Paulus adalah pemimpin dari keduabelas Para Rasul.
Santo Petrus dan Paulus menerima nama baru mereka, menandakan suatu hubungan baru dengan Allah. Simon sang nelayan dikenal sebagai Kefas (Yohanes 1:42), atau Petrus setelah mengakui Yesus sebagai Anak Allah (Matius 16:18).
Santo Petrus, saudara Santo Andreas, adalah seorang nelayan di laut Galilea. Dia menikah, dan Kristus menyembuhkan ibu mertuanya dari demam (Matius 8:14). Ia, bersama dengan Yakobus dan Yohanes, menyaksikan mujizat-mujizat terpenting dari kehidupan duniawi sang Juruselamat.
Meskipun di awal-awal ia mengakui Kristus sebagai Anak Allah, dia menyangkalNya tiga kali pada malam sebelum Penyaliban. Olehkarenanya, setelah KebangkitanNya, Tuhan menanyakan kepada Petrus sebanyak tiga kali apakah ia mengasihiNya. Kemudian Ia berkata kepada Petrus untuk menggembalakan domba-dombaNya (Yohanes 21:15-17).
Setelah turunnya Sang Roh Kudus saat Pentakosta, Santo Petrus tampil di kerumunan orang (Kisah 2:14), dan melakukan banyak tanda-tanda mujizat dalam nama Kristus. Dia membaptis Kornelius, orang pertama di luar bangsa Yahudi yang bertobat (Kisah 10:48). Dia dijebloskan ke dalam penjara, namun dibebaskan melalui pertolongan malaikat (Kisah 5:19). Santo Petrus berkeliling ke banyak tempat dengan tujuan memproklamirkan pesan Injil Sukacita. Dia menulis dua Epistel yang merupakan bagian dari Perjanjian Baru.
Santo Petrus meninggal di kota Roma pada masa pemerintahan kaisar Nero. Menurut Tradisi, dia meminta untuk disalibkan dengan posisi terbalik, karena dia merasa tidak layak untuk mati dengan cara yang sama sebagaimana Tuhannya.
Santo Paulus berasal dari suku Benyamin, dan tinggal di Tarsus, Kilikia. Dia pernah menyatakan bahwa dirinya adalah seorang Ibrani, orang Israel dari keturunan Abraham, (II Korintus 11:22). Dia juga adalah seorang Farisi dan seorang pembuat tenda (Kisah 18:3) yang telah belajar Hukum Taurat kepada Gamaliel di Yerusalem.
Mulanya, dia dipanggil Saul, dan seringkali menganiaya Gereja. Dia hadir saat perajaman batu yang dialami Santo Stefanus (Kisah 7:58). Lalu, ketika sedang berjalan ke Damaskus, dia dipertobatkan saat Kristus menampakkan diri kepadanya. Dibutakan oleh penglihatan itu, ia lalu dimelekkan ketika Ananias meletakkan tangannya padanya. Setelah sembuh, dia dibaptis (Kisah 9:18).
Santo Paulus mengabarkan Injil Sukacita di Yunani, Asia Kecil, dan di kota Roma, dan menulis empat belas Epistel. Tradisi mengatakan bahwa ia dimartir di kota Roma sekitar tahun 68.