Skip Repetitive Navigational Links
PATRISTIK
« Previous
Yohanes Saint 2

Sunday, June 29, 2008

Santo Paulus Rasul yang terberkati yang perayaannya kita rayakan hari ini, dia yang adalah alasan mengapa kita berkumpul hari ini adalah terang bagi seluruh dunia. Walaupun pada saat ia menerima panggilan dari Allah, ia kehilangan akan terang bagi matanya. Rasul Paulus memanifestasikan akan kuasa hasrat kerohanian manusia yang memampukan kita untuk terbang tinggi kesurga tanpa bantuan seorang malaikat, malaikat penghulu dan kuasa surgawi lainnya, sekali waktu ia menasehati kita untuk meniru Kristus melalui contoh hidupnya sendiri, ia mengatakan: Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus (I Korintus 11:1). St. Paulus adalah manusia yang teragung dan merupakan contoh terbaik akan keagungan sikap hidup manusia dan juga menunjukan akan kebajikan kebajikan yang tinggi yang dapat dicapai oleh manusia. Dengan ajarannya akan Tuhan kita ia mendorong kita kepada kebajikan, ia melawan sepenuhnya mereka yang mencoba untuk mencari-cari kesalahan dalam kodrat manusia, ia membungkam mereka yang mencoba memfitnah karya Allah, ia menunjukan bahwa sedikit saja perbedaan antara malaikat dan manusia yang mau menyempurnakan dirinya. Dimanakah mereka yang mempunyai kebiasaan mencari kesalahan-kesalahan didalam kematian? Mereka mengatakan bahwa penderitaan serta tubuh yang dapat binasa ini sebagai halangan untuk mencapai kebajikan! Mereka harus mulai melihat akan St. Paulus Rasul dan berhenti dengan fitnah keji mereka. Penderitaan apa yang dapat menimpa bangsa manusia? Apakah tubuh yang fana ini dapat menghalang-halangi kita untuk mencapai kebajikan? Ingatlah akan St. Paulus Rasul engkau akan melihat bahwa kefanaan kita ini sebenarnya adalah berkat yang besar. Sebab jikalau St. Paulus Rasul bukanlah mahkluk fana maka ia tidak dapat menunjukan melalui perbuatan serta mengatakan melalui ajarannya bahwa  tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar (I Korintus 15:31)
« Previous