Sebagaimana Sang Bapa dan Sang Putra, Roh Kudus Juga Tak Terperi, Karena Roh Kudus Mengambil Bagian dari Kodrat Yang Sama.
Kita dapat mengerti tentang kemuliaan kodrat Roh Kudus bukan hanya karena Dia memiliki gelar dan karya yang sama sebagaimana Sang Bapa dan Sang Putra, tetapi juga karena Roh Kudus, sebagaimana Bapa dan Putra, pun, tidak dapat digenggam oleh pikiran kita. Tuhan berkata bahwa Sang Bapa itu adalah di atas pengertian manusia, dan hal yang sama juga berlaku atas diriNya yang adalah Sang Putra. Mengenai Sang Bapa, Kristus berkata: “Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau.” “Dunia” yang dimaksudkanNya bukanlah keseluruhan bumi dan surga, tetapi adalah hidup kita, yang menghadapi kematian dan persoalan tanpa akhir. Mengenai diriNya sendiri Dia berkata: “Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku”. Dan sekali lagi “dunia” yang dimaksudNya adalah mereka yang terikat oleh hidup material dan kedagingan, dan menghalangi kebenaran yang terlihat oleh mata mereka. Mereka menolak percaya pada kebangkitan, dan menjadi tidak mampu untuk melihat Tuhan dengan mata hati mereka. Dengan demikian Bapa atau Putra tak dapat dilihat oleh “dunia”, tetapi perhatikan bahwa Dia menggunakan istilah yang sama sehubungan dengan Sang Roh: “yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.”
Pikiran seorang manusia jasmaniah tidak terlatih dalam kontemplasi, namun tetap terkubur dalam lumpur hawa nafsu kedagingan, tak kuasa untuk memandang dan melihat cahaya rohani kebenaran. Maka ‘dunia’, yaitu hidup diperbudak oleh hawa nafsu jasmaniah, tidak dapat menerima rahmat Roh Kudus dibanding dengan mata yang rapuh ini dapat melihat cahaya sinar matahari. Pertama Tuhan membasuh hidup murid-muridNya melalui pengajaranNya, dan kemudian Dia memberi mereka kemampuan untuk melihat dan mengkontemplasi Roh Kudus. Dia berkata, “Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.” Oleh karena itu, “dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” Yesaya berkata, “Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan memberikan Roh kepada mereka yang hidup di atasnya.” [Yesaya 42:5 LXX. Dalam alkitab terbitan LAI “Roh” diterjemahkan dengan “nyawa”] Dari sini kita dapat mengerti bahwa mereka yang menginjak-injak perkara duniawi dan bangkit di atasnya menjadi layak untuk menerima karunia Roh Kudus. Harus kita anggap apa Roh Kudus ini? Dunia tidak dapat menerima Dia, dan hanya orang-orang kudus dapat merenungkan Dia melalui kemurnian hati.
Adakah batasan untuk pemberian hormat yang patut diterima Roh Kudus?
Roh Kudus Dimuliakan Dengan Memperhatikan Kembali Mujizat-mujizatNya Yang Unik.
Kita percaya bahwa Roh kudus hadir di mana-mana, sedangkan kuasa-kuasa tak berjasad lainnya terbatas oleh tempat. Malaikat yang datang kepada Kornelius tidak bersama dengan Filipus pada saat yang sama, tidak juga malaikat yang berbicara dengan Zakaria dari sebelah kanan altar pada saat yang sama berada di surga. Tetapi Roh Kudus kita yakini telah mengilhami Habakuk dan Daniel di Babilon pada saat yang sama, meskipun mereka berada di tempat yang berbeda; hal yang sama terjadi pada Yeremia di dalam pasungan dan Yehezkiel di sungai Kebar. “Roh kudus Tuhan memenuhi dunia” “Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu”. Sang Nabi berkata: “…sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam…. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu.” (Hagai 2:5-6) Dimanapun Allah berada, Sang Roh juga hadir, kodrat apakah yang dimilikiNya? Suatu kodrat yang melingkupi segala sesuatu, atau kodrat yang terbatas di satu tempat seperti yang kita gambarkan merupakan kodrat dari para malaikat? Tidak seorangpun dapat mengatakan bahwa Roh Kudus memiliki kodrat yang ke dua ini. Roh Kudus adalah ilahi di dalam kodratNya, tak terbatas dalam keagungan, berkuasa dalam karyaNya, baik dalam berkat-berkatNya; tidakkah kita harus meninggikan Dia; tidakkah kita harus memuliakanNya? Aku menganggap bahwa “pemuliaan” ini bukanlah sesuatu yang lain tetapi adalah memperhatikan kembali mujizat-mujizat Roh Kudus itu sendiri.
Bantahan penentang kita akan memaksa kita untuk tidak pernah menyebut berkat-berkat yang mengalir dari Roh Kudus kepada kita. Dan jelas ini menggelikan, penentang kita memang benar, jika dia menggambarkan mujizat Roh Kudus berarti sedapat mungkin memberiNya pemuliaan sepenuhnya. Hal yang sama berlaku bagi Allah dan Bapa Tuhan kita Kristus dan Dia sendiri sebagai Anak Tunggal; kita dapat memuliakan mereka dengan memperhatikan mujizat-mujizat mereka sebaik mungkin.
Dengan Melihat bahwa Banyak Makhluk Ciptaan Dimuliakan Membuktikan Tidak Masuk Akalnya Penolakan Memuliakan Roh Kudus.
Seorang biasa dikatakan telah dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat (Mazmur 8:5-6); ini juga menjanjikan bahwa kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik. (Roma 2:10) Kemuliaan Israel adalah unik karena dia memiliki jabatan anak, kemuliaan dan ibadat (Roma 9:4). Pemazmur berbicara mengenai kemuliaan dirinya sendiri: “Agar kemuliaanku boleh memujiMu;” dan juga “bangkitlah, kemuliaanku!” St. Paulus berkata bahwa ada satu kemuliaan yang dimiliki matahari, yang berbeda dari kemuliaan bulan, dan kemuliaan lainnya dimiliki bintang (1 Kor. 15:41) dan bahwa pelayanan yang memimpin pada kematian (Hukum Musa) adalah mulia, tetapi pelayanan Roh bahkan lebih mulia lagi. (2 Kor. 3:7-8) Begitu banyak ciptaan dimuliakan; apakah engkau mengharapkan Roh Kudus sendiri dihilangkan kemuliaanNya? Bagaimana mungkin Roh Kudus tidak layak mendapat kemuliaan? Mazmur-mazmur mengatakan bahwa kemuliaan orang benar akan menjadi besar; bagaimana engkau bisa berkata bahwa Roh Kudus tidak memiliki kemuliaan sama sekali? Tidakkah jelas bahwa kita tak dapat dihindari lagi akan membawa dosa terhadap diri kita sendiri dengan tetap mempertahankan pendapat seperti ini? Apabila seseorang menjadi selamat melalui perbuatan-perbuatan benar, dia memuliakan Allah; apakah engkau berharap orang seperti ini akan menghilangkan Roh kemuliaan yang layak ia dapatkan?
Memang benar bahwa beberapa diantara mereka mau memuliakan Sang Roh, tetapi bukan memuliakan Sang Roh bersama dengan Sang Bapa dan Sang Putra. Tetapi Tuhan telah menempatkan Roh Kudus pada tempatNya yang layak; mengapa kita meninggalkannya untuk mencarikan tempat lain? Roh Kudus selalu disebut sebagai panunggalan bersama dengan Allah Bapa; mengapa Dia harus dicabut dari kemuliaanNya? Kita mendengar namaNya di dalam Pengakuan Iman, pada saat baptisan yang menyelamatkan itu, di dalam perbuatan mujizat. Dia mengambil tempat di dalam orang-orang kudus sebagai tempat tinggalNya; Dia mengaruniakan rahmat atas orang-orang yang taat. Tidak ada anugerah yang dapat dikaruniakan kepada makhluk ciptaan kecuali jika Roh Kudus mengaruniakannya; bahkan tidak juga sepatah kata terucap untuk membela Kristus kecuali Roh Kudus mengilhaminya –sebagaimana kita ketahui di dalam Injil dari Tuhan dan Juru Selamat kita. (Mat. 10:19-20) Bagaimana setiap orang yang telah ambil bagian dengan Roh Kudus mau untuk melupakan atau menghina kenyataan bahwa Roh Kudus adalah satu dengan Bapa dan Putra di segala hal dan mencoba untuk memisahkanNya dari Bapa dan Putra? Dimana engkau akan mensejajarkan Dia? Diantara para makhluk ciptaan? Tetapi segenap ciptaan terbelengu, dan Roh Kudus membebaskannya; “dimana ada Roh Allah di situ ada kemerdekaan” (II Kor. 3:17)
Ada banyak lagi pendapat lainnya yang menunjukkan mengapa Roh Kudus tak dapat disamakan sebagai makhluk ciptaan, tetapi kali ini aku tidak membicarakannya. Apabila aku mengunakan semua bukti yang sudah tersedia bagi kita dengan sikap yang tepat bagi tingginya pembicaraan ini, maka keberatan-keberatan penentang kita akan musnah, tetapi risalat yang amat besar seperti itu akan menyebabkan pembaca menjadi lelah karena panjangnya. Aku akan menyimpan pendapat-pendapat ini untuk sebuah buku khusus, dan menjaga diriku tetap dalam pokok-pokok berikut ini.
Marilah kita meneliti pokok-pokok ini satu per satu: Roh Kudus adalah baik secara kodrat, sebagaimana Bapa dan Putra adalah baik, tetapi makhluk yang berkehendak untuk berbagi kebaikan harus memilih untuk melakukan kebaikan itu. Roh Kudus menyelidiki bahkan ke kedalaman diri Allah (1 Kor. 2:10). Dan makhluk ciptaan menerima penerangan mengenai kebenaran-kebenaran yang tak terjangkau akal melalui Roh Kudus. Roh Kudus memberi hidup bersama dengan Bapa yang menghidupkan segala sesuatu, dan bersama dengan Sang Putra yang memberi hidup. “Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.” Dan juga dikatakan, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka.” Dan Roh Kudus memberi hidup dengan cara yang sama: “tetapi Roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.” (Rom. 8:10). Tuhan memberi kesaksian bahwa: “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna.” Bagaimana kita dapat memisahkan Roh kudus dari kuasa yang dimilikiNya untuk memberi hidup dan menyamakan Roh Kudus dengan benda-benda yang secara kodrat tidak memiliki hidup? Dengan demikian siapakah yang suka menentang, siapakah yang begitu tidak memiliki karunia surgawi, yang begitu tidak terpelihra oleh kebaikan firman-firman Allah; yang begitu kosong dengan harapan kekal, siapakah yang mau memisahkan Roh Kudus dari Allah dan menghitungnya diantara makhluk ciptaan?
Yang lain berkata bahwa Roh kudus ada di dalam kita sebagai karunia dari Allah, dan karunia tidak diberi hormat sebagaimana yang mengaruniakan. Roh Kudus adalah karunia Allah, tetapi Dia adalah karunia hidup [“Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.” (Rom. 8:2)] dan adalah karunia kuasa [“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu”. (Kis. 1:8)] Engkau jijik memegang Roh Kudus karena Dia hanya sebuah karunia? Tidakkah Allah memberikan AnakNya sebagai karunia bagi umat manusia juga? “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” (Rom 8:32) dan juga “Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.
Karunia di sini berarti misteri Penjelmaan. Mereka yang memelihara pendapat bahwa Roh hanyalah karunia yang tidak lebih terhormat dari yang mengaruniakan, mengubah kasih kebaikan Allah yang tak terbilang itu menjadi alasan untuk menghujat; sungguh, mereka ini melampaui ketiadaan rasa syukur orang Yahudi! Roh Kudus memberi kita kemerdekaan untuk memanggil Allah sebagai Bapa kita, dan mereka melakukan kesalahan terhadap Dia! “Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!” (Gal. 4:6) agar seruan Roh tersebut boleh menjadi seruan yang sama dari semua orang yang menerima Dia.
Melawan Orang-orang yang mengatakan bahwa tidak benar untuk menyetarakan Roh Kudus dengan Sang Bapa dan Sang Putra.
Mereka berkata bahwa tidak benar untuk menyetarakan Roh Kudus dengan Sang Bapa dan Sang Putra, karena Roh Kudus berbeda dalam kodrat dan lebih rendah martabatnya dari Bapa dan Putra. Tetapi layak bagi kita untuk menanggapi mereka dengan kata-kata para rasul: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.”
Ketika Tuhan meneguhkan baptisan bagi keselamatan, tidakkah dia dengan jelas memerintahkan para muridNya untuk membaptis segala bangsa “di dalam nama Sang Bapa dan Sang Putra serta Sang Roh Kudus”? Dia tidak merendahkan pengikutNya dengan Roh Kudus, tetapi orang-orang ini berkata bahwa kita tidak boleh menyetarakan Roh Kudus dengan Bapa dan Putra. Tidakkah mereka dengan terbuka menghina perintah Allah? Apabila mereka tidak mau mengakui bahwa tata susunan Bapa, Putra dan Roh memberi kesaksian mengenai kesatuan dan kebersamaan mereka, biarlah mereka menjelaskan kepada kita mengapa kita harus setuju dengan pendapat mereka. Bagaimana bisa Bapa, Putra dan Roh kudus disatukan di dalam cara yang lain atau cara yang lebih tepat daripada yang dikatakan Tuhan sendiri? Apabila memang benar di dalam baptisan itu Tuhan tidak berbicara tentang diriNya sendiri besarta Sang Bapa dan Sang Roh sebagai kesatuan, maka biarlah penentang kita menyalahkan kita karena kita telah mengarang sendiri doktrin ini. Tetapi tidak seorangpun yang begitu tak tahu malu dengan mau menyangkal makna yang sangat jelas dari kata-kata yang dengan begitu jelas mengatakan bahwa Sang Roh adalah satu bersama dengan Bapa dan Putra. Maka biarlah para penentang kita menjadi kelu; karena bagi kita, kita akan mengikuti kata-kata Kitab Suci.
Semua perlengkapan perang telah dipersiapkan untuk melawan kita; setiap peluru intelektual diarahkan kepada kita; lidah-lidah para penghujat mendera kita lebih keras daripada batu yang dilemparkan kepada Stefanus oleh para pembunuh Kristus di zaman dahulu. Mereka berpura-pura kalau serangan mereka itu diarahkan untuk melawan kita, tetapi mereka tidak dapat menyembunyikan bahwa tujuan mereka sesungguhnya adalah jauh lebih buruk. Mereka berkata bahwa mereka telah mempersiapkan pengepungan dan perangkap ini untuk melawan kita; mereka telah mendaftar kekuatan setiap orang dan melakukan kelicikan serta maju melawan kita dengan teriakan-teriakan perang. Tetapi sasaran serangan mereka adalah iman itu sendiri. Satu-satunya tujuan dari seluruh gerombolan musuh yang menentang doktrin ini adalah menggoyahkan iman kepada Kristus agar jatuh sampai ke dasar-dasarnya, dengan meletakkan tradisi rasuliah sama rata dengan tanah. Mereka ramai-ramai menuntut bukti tertulis dan menolak kesaksian tak tertulis dari para bapa dan menganggapnya tak berguna, ini membuktikan kalau mereka lebih buruk daripada para penghutang yang menolak membayar hutang mereka karena tidak ada bukti hutang tertulis. Tetapi kita tidak pernah menyerah karena kebenaran; kita tidak akan mengkhianati pembelaan mereka ini seperti pengecut. Tuhan telah memberi kita dogma yang penting dan menyelamatkan: Roh Kudus sejajar dengan Sang Bapa. Lawan kita tidak setuju; malahan mereka membagi dan merobek Sang Roh dari Bapa, mengubah kodrat Roh Kudus menjadi suatu roh pelayan. Dapatkah seseorang mendebat bahwa hujatan buatan mereka lebih memiliki kewenangan daripada hukum Tuhan? Tetapi marilah kita menghilangkan persaingan ini dari sekarang, dan menyelidiki pertanyaan-pertanyaan berikut ini.
Apa yang membuat kita menjadi orang Kristen? “Iman Kita,” demikian setiap orang akan menjawab. Bagaimana kita diselamatkan? Jelas dengan melalui menghidupi rahmat baptisan. Apa lagi yang dapat kita lakukan? Kita diteguhkan di dalam pengertian kita bahwa keselamatan datang melalui Bapa, Putra dan Roh Kudus. Haruskah kita membuang standar pengajaran yang telah kita terima? Ini pastinya akan menjatuhkan kita dalam kesengsaraan besar; apabila kita kini menolak apa yang kita terima pada baptisan, kita akan berada amat jauh dari keselamatan kita daripada pada saat kita percaya pertama kali. Kita akan menjadi tidak berbeda dengan seseorang yang mati tanpa dibaptis, atau sama dengan orang yang dibaptis dengan cara yang tak dapat diterima Gereja. Kita membuat pernyataan ini ketika pertama kali masuk ke dalam Gereja: kita dilepaskan dari berhala dan datang ke hadapan Allah yang hidup. Barang siapa tidak memegang teguh pernyataan ini sebagai dasar yang pasti di segala waktu hingga akhir hidupnya, dia membuat dirinya sendiri menjadi asing terhadap janji-janji Allah. Pernyataan orang tersebut tentang imannya terekam di dalam tulisan tangannya sendiri dan akan bersaksi melawan dirinya sendiri. Apabila baptisan adalah awal dari hidupku, dan hari pada saat hidup baruku adalah hari yang pertama hidupku, sudah jelas bahwa kata-kata yang diucapkan ketika aku menerima rahmat pengangkatan sebagai anak adalah kata-kata yang lebih terhormat daripada kata manapun. Bagaimana aku dapat terjerat dengan argumen argumen halus ini, dan menghilangkan tradisi yang membimbing aku kepada terang, serta memberi aku berkat pengetahuan ilahi? Melalui pernyataan dalam baptisan inilah aku dibuat menjadi anak Allah, aku yang dulunya adalah musuhnya untuk waktu yang lama oleh karena dosa-dosaku. Kiranya aku boleh meninggalkan hidup ini menuju Tuhan dengan pernyataan ini ada di bibirku. Aku mendesak mereka agar memelihara iman mereka tak ternoda hingga hari kedatangan Kristus: mereka tidak boleh memisahkan Sang Roh dari Sang Bapa dan Sang Putra, dan harus mempertahankan pernyataan iman tersebut dan di dalam doksologi pengajaran yang mereka terima pada saat baptisan mereka.
Mereka Yang Menyangkal Roh Kudus adalah Orang-orang Berdosa
Siapa yang sengsara? Siapakah yang menderita? Siapakah yang menanggung susah payah, kegelapan dan kutukan kekal? Para pendosa, mereka yang menyangkal iman! Apakah bukti dari penyangkalan mereka? Mereka telah menghilangkan apa yang mereka akui ketika mereka memasuki rumah Allah. Apa yang mereka akui itu? Yaitu Iman di dalam Bapa, Putra dan Roh Kudus. Mereka mengucapkan kata-kata yang menyelamatkan ini ketika mereka menyangkali iblis dan malaikat-malaikatnya. Bagaimana anak-anak terang melukiskan orang-orang seperti ini? Mereka adalah pendosa, karena mereka telah menghancurkan perjanjian keselamatan. Apalagi yang bisa disebut berarti menyangkal Allah, menyangkal Kristus selain melakukan dosa? Bagaimana engkau mengharapkan aku untuk menamai orang-orang yang menyangkal Roh Kudus? Mereka harus digambarkan dengan cara yang sama, karena mereka telah mengingkari perjanjian mereka dengan Allah. Menyatakan iman di dalam Dia menghasilkan berkat dari agama sejati, tetapi kutukan akan menjadi upah ketiadaan ilah bagi mereka yang menyangkal Roh Kudus. Mengabaikan pengakuan iman adalah perkara yang menakutkan, dan mereka telah menghilangkannya dengan tidak takut akan api, pedang, salib atau cambukan atau roda penyiksaan atau siksaan, tetapi hanya karena mereka telah dibimbing sesat oleh para filsuf licik penyangkal Roh Kudus. Aku bersumpah kepada setiap orang yang mengakui Kristus tetapi menyangkal Sang Bapa: Kristus tidak akan memberi keuntungan apapun baginya. Apabila seseorang menyeru kepada Allah, tetapi menolak Sang Putra, berarti imannya kosong. Apabila seseorang menolak Roh Kudus, imannya kepada Bapa dan Putra dibuatnya tak berguna; tidak mungkin untuk percaya kepada Bapa dan Putra tanpa kehadiran Roh Kudus. Orang yang menolak Roh Kudus menolak Sang Putra, dan orang yang menolak Sang Putra menolak Sang Bapa “Tidak seorangpun dapat mengatakan ‘Yesus Tuhan’ kecuali di dalam Roh Kudus.” Dan “tidak seorangpun pernah melihat Allah; kecuali Anak Allah yang tunggal yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menjadikan Bapa menjadi dikenal.” Orang yang demikian tidak memiliki tempat di dalam penyembahan sejati. Mustahil menyembah Sang Putra kecuali di dalam Roh Kudus; mustahil menyeru kepada Bapa kecuali di dalam Roh yang membuat kita sebagai anak-anakNya.