Gereja Orthodox
Apakah Gereja Orthodox itu? Jikalau kita mendengar kata Gereja Orthodox sebagian
besar dari kita akan langsung berasosiasi dengan kubah-kubah Gereja di Rusia atau
biarawan-biarawan berjanggut panjang, kebanyakan dari kita yang pernah ke Kota Suci
Yerusalem akan langsung teringat akan ikon-ikon dan gereja gereja di sana. Bagi
kita di Indonesia Gereja Orthodox sering dimengerti sebagai sebuah denominasi purba.
Apakah demikian? Kita di Indonesia hanya mengenal dua bentuk Kekristenan yang keduanya
berasal dari wilayah barat (Eropa): Gereja Katolik Roma dan Gereja Reformasi Protestan.
Jadi apakah Gereja Orthodox itu?
Gereja Orthodox adalah Gereja Purba, yang berkembang tanpa mengalami perubahan baik
penambahan ataupun pengurangan dalam segi Iman, serta masih memegang teguh semua
Tradisi dan Pengajaran yang diturunkan oleh Para Rasul kepada Gereja. Kata “Orthodox”
berasal dua kata dari bahasa Yunani: kata orthos yang berarti lurus dan bisa
juga diterjemahkan dengan kata: benar. Kata berikutnya adalah kata: doxa
yang berarti pengajaran atau bisa diterjemahkan sebagai: pendapat, dan bisa berarti:
kemuliaan. Jadi dalam bahasa Yunani secara harafiah kata orthodox dapat diartikan
sebagai: “ajaran yang lurus” atau “cara pemuliaan (baca:penyembahan)
yang benar”. Pada masa modern ini, Gereja Orthodox mempunyai berbagai yurisdiksi
Gereja. Yurisdiksi adalah pembagian wilayah Gereja, dimana kesemua Yurisdiksi ini
masih bersekutu dalam satu Ekaristi yang sama dan menghayati serta mengimani Iman
Orthodox dan Tradisi Apostolik yang sama walaupun dalam admnistrasi serta protokol
gereja yang berbeda-beda. Adapun yurisdiksi-yurisdiksi ini sebagai berikut:
- Tahkta Kepatriarkhan Apostolik Utama yang terdiri dari: Kepatriarkhan Konstantinopel
yang berpusat di Turki, Kepatriarkhan Alexandria yang berpusat di Mesir, Kepatriarkhan
Antiokhia yang berpusat di Suriah dan Kepatriarkhan Yerusalem yang berpusat di Israel.
- Tahkta Kepatriarkhan Wilayah: Kepatriarkhan Rusia, Kepatriarkhan Serbia,
Kepatriarkhan Romania, Kepatriarkhan Georgia, Kepatriarkhan Bulgaria
- Gereja-Gereja Autochepalus, Gereja yang mendapatkan kemandirian secara sepenuh:
Gereja Orthodox Yunani, Gereja Orthodox Polandia, Gereja Orthodox Polandia, Gereja
Orthodox Albania, Gereja Orthodox Ceko dan Slovakia, Gereja Orthodox Siprus, dan
Biara Agung St. Katarina dari Gunung Sinai. pemimpin dari gereja-gereja ini walaupun
bukan merupakan Patriarkh, para pemimpin gereja-gereja ini (para Uskup Agung/Metropolitan)
mempunyai kedudukan istimewa dan sejajar dengan para Patriarkh.
- Gereja-Gereja Otonomi, Gereja-Gereja ini diakui kemandiriannya namun belum
mendapatkan kemandirian secara penuh dari Kepatriarkhan Konstantinopel. Gereja-gereja
ini adalah: Gereja Orthodox di Finlandia, Gereja Orthodox di Jepang dan Gereja Orthodox
di Cina.
- Gereja Diaspora, walaupun mempunyai kemandirian secara utuh, tetapi diberikan
wewenang untuk memerintah secara mandiri, dan diakui apostolitasnya oleh seluruh
Gereja Orthodox. Gereja ini adalah Gereja Orthodox Amerika, yang membawahi seluruh
benua Amerika, kepulauan Alaska dan Hawaii
Kelima tubuh Gereja ini mempunyai sebuah persekutuan yang erat baik secara sakramental
maupun dalam Tradisi Gereja serta Pengajaran Iman Apostolik, hal ini berarti baik
awam dan imam kesemuanya disatukan oleh Ekaristi yang sama,in communio,
satu roti dan satu cawan, bersekutu secara penuh dan utuh. Tubuh Gereja Orthodox
memang terdiri dari berbagai Yurisdiksi walaupun demikian pusat pemerintahan dari
Gereja Orthodox tidak tersentralisasi kepada satu wilayah atau satu kota dan satu
pribadi sebagai pemimpin tetapi lebih kepada sidang serta persekutuan rohani dari
seluruh pemimpin gereja-gereja yudiksial di bawah bimbingan rohani dari Patriarkh
Konstantinopel sebagai yang dianggap pertama di antara yang sejajar.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Iman Orthodox, silahkan lihat link di bawah
ini.