Skip Repetitive Navigational Links
TANYA JAWAB
« Previous
DOA KEPADA MARIA DAN ORANG-ORANG KUDUS

Minggu, 05 Agustus 2007

Orang Orthodox berdoa kepada Maria dan Orang-orang Kudus. Bukankah ini penyembahan ?

Jawaban :

Orang Orthodox tidak berdoa kepada siapapun kecuali kepada Allah. Maria dan segenap Orang Kudus adalah mereka yang ‘diam di sorga’ (Wahyu 13:6) sebagai ‘roh-roh yang benar yang telah menjadi sempurna’ (Ibr 12:23), yaitu  mereka  yang sekarang sudah ‘diam bersama-sama dengan Kristus’ (Fil 1:23).       
Sebagai roh-roh orang benar yang diam di sorga bersama Kristus, kegiatan mereka adalah mengadakan ‘suatu kumpulan yang meriah bersama beribu-ribu malaikat’ sebagai jemaat (gereja) anak-anak sulung (Ibr 12:22-23), yaitu bersekutu dalam liturgi kepada Allah, karena Kristus berada di kanan Allah adalah bertindak ‘melayani ibadah’ (Yunani: leitourgos = pemimpin liturgi) di ‘tempat kudus di dalam Kemah sejati’ (Ibr 8:1-2), yaitu Bait Allah di sorga (Wahyu 7:15). Jemaat (Gereja) anak-anak sulung di sorga ini adalah anggota Gereja yang sama dan satu dengan jemaat (gereja) yang ada di bumi, karena mereka melakukan liturgi yang sama di bawah Imam Besar yang sama dan satu, yaitu Yesus Kristus. Padahal Tubuh Kristus itu hanya satu saja (Efe 4:4) karena Kristus Kepala Gereja itu satu. Jadi baik gereja yang ada di sorga yang secara langsung dipimpin Kristus dalam berliturgi kepada Allah dan Gereja yang ada di bumi yang juga berliturgi dipimpin Kristus melalui Roh Kudus dalam pelayanan Gembala Sidang (Presbyter) jelas tak dapat dipisah. Apalagi akibat Penjelmaan, Penyaliban dan Kebangkitan Kristus, segala sesuatu ‘baik yang di sorga maupun yang di bumi’ dipersatukan ‘di dalam Kristus sebagai Kepala (Efe 1:10), lalu mengapa mereka yang ada di sorga harus dipisahkan dari mereka yang ada di bumi?

Dari data-data Alkitab di atas, jelas roh-roh orang benar ini hidup sama seperti kita. Mereka bukan mati, karena oleh iman mereka kepada Kristus, mereka itu sudah pindah dari mati kepada hidup (Yoh 5:24, 11:25). Karena mereka hidup itulah mereka dapat melayani Allah siang dan malam dalam Bait Suci di sorga (Wahyu 7:15) yang dalam liturgi dipimpin Kristus (Ibr 8:1-2) dalam suatu kumpulan yang meriah (Ibr 12:22-23). Jadi kesatuan dan ketakterpisahan Gereja dari roh-roh orang benar yang telah menjadi sempurna dengan Gereja dari mereka yang masih bertubuh jasmani dan penuh dosa serta belum sempurna ini terlihat jelas dalam kaitan liturgis. Padahal suatu liturgi adalah suatu penyembahan dan doa kepada Allah. Dan doa yang disampaikan kepada Allah ini berisi permohonan untuk orang lain. Mereka yang indah jadi roh sempurna bersama dengan Kristus ini tentu sudah tak saling membutuhkan doa, padahal dalam liturgi mereka berdoa, jadi yang didoakan adalah Gereja yang masih ada di bumi karena Alkitab memerintahkan supaya sesama anggota Gereja saling mendoakan (Efesus 6:8). Mengetahui bahwa Gereja di sorga dan di bumi tak terpisah dan mengetahui bahwa Gereja di sorga itu berdoa kepada Allah bagi Gereja di bumi itulah maka Gereja Orthodox memohon bantuan doa mereka yang ada di sorga itu sebagai saudara-saudari sesama anggota Gereja, karena dalam Kristus mereka itu bukan orang mati. Dan karena Alkitab menyebut mereka orang-orang benar yang telah menjadi sempurna (Ibr 12:22-23) dan juga ‘doa orang benar, sangat besar kuasanya’ (Yak 5:16), maka bantuan doa mereka ini tentulah amat berkuasa sebagaimana permohonan bantuan doa yang kita minta dari saudara-saudari sesama anggota Gereja yang hidup di bumi ini bukan suatu penyembahan dan pemberhalaan, demikianlah hal yang sama yang kita minta dari alam sana juga bukan suatu penyembahan dan pemberhalaan. Karena kita memohon bantuan doa mereka dalam kaitan sama-sama menyembah Allah dalam liturgi yang sama-sama dipimpin Kristus sendiri, berarti bersamaan dengan doa kita sendiri yang secara langsung kita sampaikan kepada Allah melalui Yesus Kristus. Sekali lagi tuduhan ini justru penolakan yang jelas atas kebenaran Alkitab, yang berarti juga tuduhan yang sangat tidak “Injili”.

« Previous